Central Library

Brawijaya University  |   Webmail  |  News and Events  |   BITS          

Workshop dan Seminar

Friday, January 15, 2010

Perpustakaan sebagai entitas pengelola dan pendistribusi sumber informasi ilmiah berbasis (ICT)

Seminar ini merupakan serangkaian kegiatan Perpustakaan UB dan PT HM Sampoerna melalui Yayasan Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi  (YPPI)  yang bertemakan  Sampoerna untuk Indonesia.

13 Januari 2010. Seminar Optimalisasi Pertukaran dan Redistribusi Sumber Informasi Antar Perpustakaan Perguruan Tinggi Berbasis ICT yang diselenggarakan pada hari Rabu (13/1 ) merupakan kegiatan seminar yang ke dua kalinya setelah seminar sebelumnya (15/12). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Perpustakaan UB selama sehari dan dihadiri oleh Direktur YPPI Trini Haryanti, perwakilan dari pengelola perpustakaan perguruan tinggi se Malang raya,  ruang baca di jurusan dan fakultas serta staf perpustakaan Universitas Brawijaya. Dr. Drs. Soebiantoro, M.Si (staf ahli Purek I) mewakili Purek I, Prof. Dr. Bambang Suharto membuka kegiatan ini dan bertindak sebagai nara sumber Kaprodi Magister FIA-UB  Dr. Kertahadi, M.Com dan Pustakawan UB Drs. Syaifuddin, M.Hum.

 
Soebiantoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini memiliki nilai yang sangat strategis dimana perguruan tinggi sedang melakukan Akselerasi Menuju World Class University. Oleh karena itu  pertukaran dan redistribusi sumber informasi ilmiah memegang peranan penting dalam memberikan kontribusi pada perkembangan sains dan teknologi baik pada masyarakat local maupun global dalam memperkaya kekayaan intelektual untuk kesejahteraan umat manusia. Dalam upaya saling melengkapi akan kebutuhan informasi ilmiah antar perguruan tinggi, maka pertukaran dan redistribusi sumber informasi ilmiah yang tersedia di tiap perguruan tinggi khususnya di tiap perpustakaan baik di pusat, fakultas dan jurusan perlu terus dilestarikan dengan dukungan ICT secara optimal. Pada akhir sambutannya Soebiantoro mengharapkan seminar ini akan mampu meningkatkan kerjasama dalam pertukaran dan redistribusi sumber informasi ilmiah antar perguruan tinggi di Malang Raya khususnya Perpustakaan UB dan Ruang baca di lingkungan UB dalam mendukung Tri Dharma PT.

Perpustakaan dan information sharing

Sesi pertama Kepala Perpustakaan UB H. Muslech, Dip.Lib. M.Si bertindak sebagai moderator memandu seminar bertajuk Information Sharing : apa, mengapa, bagaimana dan permasalahannya.  Dr. Kertahadi, M.Com. dalam penuturannya pustakawan diharapkan tidak hanya sebagai penyedia informasi saja tetapi diharapkan mampu mengelola informasi dengan baik dan mempunyai jiwa entrepreneur serta lebih inovatif untuk mengembangkan perpustakaan sebagai wadah informasi ilmiah sesuai dengan perkembangan ICT dalam upaya melaksanakan excellent service untuk penggunanya. Pada akhir penuturannya Kertahadi mengungkapkan kendala yang terjadi dalam melakukan information sharing antara lain disebabkan oleh beberapa faktor yaitu komitmen dan motivasi, budaya, asumsi, dan pendekatan disain. Adapun solusi yang disampaikan antara lain : pendekatan socio-technical, mendidik dan melatih pengguna melalui kegiatan dan kesempatan, berfikir lebih luas tentang perpustakaan (tidak terbatas sebagai penyedia informasi saja), melakukan kegiatan-kegiatan seperti seminar, lokakarya, lomba-lomba dalam pengembangan budaya informasi. Penuturan yang menarik kadangkala digambarkan dengan contoh-contoh kegiatan sharing information di selingi joke segar terkait materi dan teori pendukungnya tak jarang hadirin memberikan applaus hingga pada akhir sesi ini peserta seminar masih antusias dan memadati ruang pertemuan Perpustakaan UB.

Kerjasama pertukaran dan redistribusi sumber informasi ilmiah

Drs. Syaifuddin, M.Hum bertindak sebagai nara sumber sesi ke dua menyajikan Pemanfaatan Bersama Sumber Informasi Ilmiah Antar Perguruan Tinggi dipandu oleh Dra. Widia Permana, S.Sos selaku moderator. Saifuddin dalam penuturannya belum memberikan suatu konsep matang tentang kerjasama pertukaran dan redistribusi sumber informasi ilmiah berbasis ICT tetapi lebih banyak menyampaikan kesiapan sumberdaya di perpustakaan menghadapi perkembangan ICT dalam upaya untuk membantu kegiatan profesionalisme kepustakawanan.  Berawal dari pergeseran paradigma baru perpustakaan yaitu perluasan spektrum produk informasi, akses informasi perustakaan dapat dilakukan dengan  baik secara cetak atau digital/virtual, Perpustakaan sebagai pusat informasi ilmiah melangkah dengan tersebarnya sumber informasi ilmiah, ledakan informasi dan profesionalisme pustakawan terkait visi perpustakaan digambarkan dengan overview layanan perpustakaan maka diharapkan kompetensi pustakawan yang memadai untuk mewujudkan capaian pemanfaatan bersama sumber informasi ilmiah. Pada akhir penuturannya Syaifuddin mengungkapkan diperlukannya melakukan kebijakan strategis dan kerja sama antar perpustakaan dan bentuknya serta faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan untuk terciptanya kerjasama pertukaran dan redistribusi sumber informasi pada perpustakaan secara berkesinambungan. (WP)

 

 

 

 

 

 


[back to main page]