Central Library

Brawijaya University  |   Webmail  |  News and Events  |   BITS          

Workshop dan Seminar

Tuesday, December 29, 2009

Seminar sehari Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akademik dalam Memperkaya Kekayaan Intelektual Lokal sebagai Akselerasi Menuju World Class University

Sebagai implementasi program Sampoerna untuk Indonesia memiliki komitmen untuk turut serta memajukan dunia pendidikan tnggi Indonesia melalui program kampus  Sampoerna  melalui kerjasama antara Universitas Brawijaya dan PT HM Sampoerna yang telah dijalin sejak tahun 2005. 15 Desember 2009. Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran menulis bagi Civitas Academika Universitas Brawijaya, pemahaman karakteristik penulisan karya ilmiah secara profesional  dan  lebih aktif menyusun karya tulis ilmiah guna pengembangan profesinya, serta kepemilikan koleksi karya ilmiah yang berkualitas, Perpustakaan UB menyambut baik  PT HM  Sampoerna yang telah  menunjuk Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) bekerjasama dengan Perpustakaan UB untuk  menyelenggarakan seminar sehari bertempat di ruang pertemuan gedung Perpustakaan UB. 
Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 75 orang peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, pustakawan, peneliti se Malang Raya. Acara dimulai pukul 9 tepat dan dibuka oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito sekaligus menerima sumbangan berupa 200 judul buku teks dan 588 judul e-book dari PT HM Sampoerna yang disampaikan oleh External Communication Executive PT HM Sampoerna, Fika Noor Rahma. Pembicara yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Suistyo-Basuki (guru besar Universitas Indonesia) mempresentasikan makalah tentang  Peningkatan Mutu dan Produktivitas Kekayaan Intelektual Lokal Masyarakat Akademik Sebagai Akselerasi Menuju Universitas Kelas Dunia dan : Dr.Drs.Mochammad Al Musadieq,BBA,(GDBA)MBA (dosen FIA-UB) menyajikan makalah berjudul Kesadaran Masyarakat Akademik  dalam Memperkaya Kekayaan Intelektual Lokal  sebagai Akselarasi Menuju Universitas Kelas Dunia (UKD)
Prof.Dr. Sulistyo-Basuki menyampaikan bahwa dalam konteks Universitas Brawijaya kekayaan intelektual lokal berupa buku, karya akhir mahasiswa, artikel jurnal, laporan penelitian, makalah pertemuan ilmiah, berbagai literatur kelabu, paten, materi pembelajaran elektronik.
Perpustakaan selaku penyimpan produk intelektual lokal
Dikenal UU no. 4 tahun 1990 yang mewajibkan penerbit dan atau perekam mengirimkan contoh terbitan atau karya rekamnya ke perpustakaan nasional dan perpustakaan lain yang ditunjuk. Ketentuan yang mengatur kewajiban menyerahkan itu dikenal dengan undang-undang deposit, sedangkan perpustakaan tinunjuk disebut perpustakaan deposit.
Kesulitan yang dihadapi perpustakaan PT menyangkut fungsi penyimpanan ialah penyimpanan karya tulis dosen. Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa  banyak dosen yang enggan menyerahkan karya tulisnya ke perpustakaan PT sehingga koleksi perpustakaan tidak selalu mencerminkan karya intelektual lokal sebuah universitas.
Dr.Drs.Mochammad Al Musadieq,BBA,(GDBA)MBA menyampaikan  bahwa ada tiga lembaga yang dikenal luas menetapkan ranking PT di dunia. Pertama, Universitas Shanghai Jiao Tong (SJT) di Cina yang membuat daftar 500 PT Terbaik. SJT mulai menetapkan ranking PT dunia sejak tahun 2003, yang disebut Academic Ranking of World Universities (ARWU). SJT memakai 4 kriteria dan 6 indikator, yaitu 1. Quality of Education (Alumni of an institution winning Nobel Prizes and Fields Medals: 10%), 2. Quality of Faculty (Staff of an institution winning Nobel Prizes and Fields Medals: 20% and Highly cited researchers in 21 broad subject categories: 20%), 3. Research Output (Articles published in Nature and Science: 20% and Articles in Science Citation Index-expanded and Social Science Citation Index: 20%) (For institutions specialized in humanities and social sciences, N&S is not considered, and the weight of N&S is relocated to other indicators), 4. Size of Institute (Academic performance with respect to the size of an institution: 10%).
Dari PT di Asia yang masuk ranking 1000, diketahui 35 PT asal Cina (termasuk   Taiwan 18 dan Hongkong 6), sehingga Cina  mendominasi peringkat 100 besar PT berdasarkan pemeringkatan Webometrics. Di susul Jepang (25), Korea Selatan (9), Thailand (8), Israel  (7), Turki (6), Indonesia (3), Singapura (2), Saudi Arabia (2), dan Malaysia (1). Artinya khusus untuk kawasan Asia Tenggara didominasi oleh Thailand (8), Indonesia (3) dan Singapura (2).
Berdasarkan ranking yang dibuat oleh Webometrics dan QS Topuniversities ini, maka bisa diketahui posisi UB saat ini, yaitu ranking 59 di Asia Tenggara, ranking 191 di Asia, dan ranking 2152 di dunia.
Kesadaran Perlu Berubah
Relevan dengan tema seminar ini maka perubahan yang harus dilakukan oleh UB sebagai sebuah masyarakat akademik adalah berubah dari dominasi dimensi lisan (ngomong) menjadi dominasi dimensi tulisan (membaca dan menulis). Budaya gemar membaca dan gemar menulis harus dikembangkan oleh UB. Writing adalah sebuah peradaban akademis tertinggi. Musadieq mengakhiri presentasinya dengan mengemukakan Teori Pancing, Teori Kinerja dan Teori Bersepeda.  
Pada penghujung acara Ibu Trini dari Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) memberikan Sosialisasi e-book agar e-book yang telah disumbangkan dapat digunakan secara maksimal oleh pengguna perpustakaan UB dengan memberikan situs yang dapat di akses secara gratis yang secara tidak langsung bertujuan untuk mendorong masyarakat akademik di lingkungan UB untuk menyongsong masa depan bangsa.
Semoga seminar kali ini merupakan langkah awal menuju sukses untuk melanjutkan seminar-seminar berikutnya secara berkesinambungan.  –(WP) –

[back to main page]